Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Arsitektur Renaissance

ARSITEKA | Produsen Maket Diorama

Jl. Saturnus Sel. VI No.3, Margasari, Kec. Buahbatu, Kota Bandung
0852-8233-2520

Renaissance yang berarti kelahiran kembali, ingin mengungkap kembali kebudayaan masa lalu yaitu zaman keemasan Romawi sebagai titik tolak pemikiran intelektual masa Renaissance.

Perkembangan penting pada zaman Renaissance dimulai di Itali pada tahun-tahun kemunduran abad pertengahan sekitar tahun 1300.

Zaman Renaissance, orang menganggap abad mereka sebagai satu-satunya masa yang membawa perubahan mendasar bagi umat manusia. Perubahan mendasar tersebut adalah paham yang menaruh perhatian pada masalah dunia, masyarakat yang praktis dan sadar diri serta perubahan sekuler. Tidak seperti masa sebelumnya yang lebih menitik beratkan pada masalah keagamaan serta perhatian pada akhirat.

Zaman Renaissance manusia maupun alam tidak digeneralisasikan, melainkan diperlakukan sebagai makhluk dan benda yang berdiri sendiri sendiri dan masing-masing mempunyai daya tarik sendiri.

Pengaruh masa lampau diperkuat oleh kenyataan bahwa Renaissance tidak memiliki konsep kemajuan secara evolusi, hasrat mereka adalah menemukan kembali, bukan menemukan hal baru.

Usaha untuk meningkatkan kehidupan masyarakat tidak dengan melihat kedepan, melainkan menengok kebelakang, pada zaman keemasan Romawi.

Sosial Masyarakat

Keadaan geografi dan perdagangan orang Itali pada masa tersebut bersifat kosmopolitan, tidak homogen dan bersifat sangat kedaerahan dalam pandangan politiknya, sehingga Itali menyediakan kesempatan yang baik dalam bidang seni, politik dan perdagangan.

Pola persekutuan antar kota menjadi sistem persekutuan yang luwes, merupakan tata perimbangan kekuatan yang mencegah salah satu kota menghimpun kekuatan terlalu besar.

Politik yang dianut oleh semua negara (kota) merupakan persetujuan untuk mempertahankan perbedaan.

Bentuk pemerintahan yang paling umum di Itali adalah Republik komune yang merupakan suatu organisasi yang terdiri atas para saudagar dan pendiri kota, dimana pemerintahnya dipegang oleh orang yang dipilih warga kota itu sendiri.

Seiring dengan meningkatnya kemakmuran, masyarakat semakin terbagi lebih majemuk dalam suatu kelompok ekonomi dan sosial yang pada akhirnya menyebabkan banyaknya konflik.

banyaknya konflik mengakibatkan munculnya suatu penguasa mutlak yang disebut Signore sebagai orang yang ditunjuk untuk menangani keadaan darurat yang kemudian enggan melepaskan kedudukan tersebut.

Adapun kelas yang lebih rendah terdapat beberapa kelompok yang perlu diperhitungkan antara lain : popolo grassa dan popolo minuto yang merupakan golongan pedagang besar dan padagang kecil.

Keagamaan

Pada masa ini pandangan hidup lebih cenderung pada segi humanisme , dimana pemenuhan di dunia lebih berat daripada persiapan untuk surga kelak.

Paham ini mempunyai segi rohani juga, tetapi tetap mencerminkan suatu masyarakat yang lebih menaruh perhatiannya pada masalah duniawi, masyarakat praktis, sadar diri serta berambisi.

Pada masa ini pula, setiap kegiatan initelektual memperjelas perbedaannya satu sama lain, dan tiap-tiap cebang dibenarkan berdasarkan caranya dan bukan berdasarkan tujuannya.

Seni Teknologi dan Arsitektur

Giotto adalah seniman Renaissance dari Firence yang pertama kali menguasai penggunaan persfektif mekanis, pemakaian bentuk anatomi manusia, serta eksperimen tentang chiaroscuro, yaitu suatu cara melukis bayangan dengan maksud memberikan ketajaman pada bentuk-bentuk yang terkena bayangan. Hal diatas merupakan 3 unsur pokok bagi pelukis masa Renaissance pada awalnya.

Selanjutnya azas persfektif mekanis ditemukan oleh Arsitek Brunelleschi, yang menemukan prisip-prinsipnya pada saat menelaah proporsi bangunan Romawi kuno.

Azas-azas persfektif, suatu telaah yang mempesonakan seniman Renaissance, memperlihatkan bagaimana persfektif mengungkapkan kesan kedalaman suatu permukaan yang datar, semua garis bertemu sebelum mulai melukis.

Teknik Sfumato sebagai pengembangan dari teknik Chiarooscuro, yakni pengaburan atau peremangan garis bentuk suatu benda sehingga menyatu dengan keadaan kelilingnya, sehingga memperkuat kesan obyek.

Karakter Arsitektur

Proporsi yang harmonis menguasai perhatian arsitek pada masa tersebut. Mereka berusaha menghubungkan matra tiap bagian utama bangunan dengan satu modul, atau satuan panjang yang menjadi dasar.

Misalnya proporsi Michelangelo yang rumit pada rancangan gereja St. Petrus (yang tidak pernah dilaksanakan ), adalah suatu bangunan duikur secara vertikal dengan perbangdingan 3 : 2 : 1. Garis bentuk bangunan merupakan segitiga samasisi yang merupakan bentuk geometris yang benar-benar simetri.

Analisa Perbandingan

  • Bentuk denah keseluruhan simetri.
  • Menara lebih sederhana dalam bentuk maupun jumlahnya.
  • Kesan skyline horisontal.
  • Atap kembali pada ½ lingkaran tanpa rib / rusuk, sehingga ketebalannya sama (kesan kekokohan Romawi ditonjolkan kembali)
  • Pedoman klasik (Yunani dan Romawi) dipergunakan kembali dan distandarkan menurut pemikiran humanis.

Bangunan Masa Renaissance

[1] Gereja Basilika St. Petrus, Roma (Vatikan).

clip_image002Pembangunan gereja basilika ini dimulai tahun 1506, untuk menggantikan sebuah gereja yang sudah berumur 1200 tahun, yang terdiri tas makam St. Petrus ( Zaman Kristen Awal )setelah para arsitek bersaing untukmengajukan rancangannya, pemenangnya adalah Donate Bramante. Kemudian para arsitek lainnya seperti Raffaelo dan Michaelangelo berulang kali melakukan perubahan besar. Ketika Kathedral itu selesai dibangun pada tahun 1623, hanya kubah besarnya saja rancangan Michaelangelo yang menyerupai rencana asli.

Diatas deretan pilar, berdiri patung-patung besar (orang-orang yang dihormati dalam agama kristen) menghadap halaman dalam membentuk oval. Patung tersebut bergaya barok yang dirancang oleh Bernini puluhan tahun kemudian.

[2] S. Maria Del Voire, Florence.

Kubah pada kathedralnya digubah oleh Brunellechi, sedangkan kampanilnya oleh Giotto pada masa renaissance awal.

[3] S. Maria Novella, Firenze.

[4] Pallazo Pitti, Firenze.

[5] San Zaccaria, Vinece.

Dibangun sekitar tahun 1450 oleh Antonio Gambello dan direhab lagi tahun 1515 oleh Mauro Coducci.

[6] Pallazo Storzzi, Florence.

Dibangun tahun 1489 oleh Benedetto da Maiano dan dilanjutkan oleh Cronaca, yang selesai tahun 1533.