___CP : Rosi Rahadi__________________
Studio : Jl. Batubara 93 Malang - 65122
E-mail : arsiteka@yahoo.com
Phone : 08123313959/0341-7088824
YM : rosirahadi@yahoo.com
 

Rumah Tropis Kontemporer di Bekasi

   


Arsitek & 3D Artist :. Rosi Rahadi
Klien :. Pak Bambang Kontraktor (Sawojajar – Malang)
Tipe Proyek :. Renovasi
Tahun Proyek :. Oktober – November 2009
Lokasi Proyek :. Irigasi,Perumahan Bekasi Jaya Indah, Bekasi
Gaya Arsitektur :. Tropis Modern / Tropis Minimalis
Luas Bangunan :. 133 m2


Dalam masyarakat kita banyak yang belum paham tentang gaya-gaya dalam arsitektur, khususnya Gaya Arsitektur Rumah Minimalis. Misalnya ada desain rumah ini, mungkin banyak orang bilang bahwa ini rumah minimalis, karena unsur garis tegasnya yg kuat, kemudian ada unsur bentuk kotak/persegi dan garis-garis. Memang boleh saja orang berpendapat bahwa rumah ini bergaya arsitektur minimalis atau orang biasa menyebutnya Rumah Minimalis, namun tema yg coba saya angkat di sini adalah desain Rumah Tropis Kontemporer, artinya rumah tersebut mempunyai ciri-ciri rumah tropis dan juga bersifat kekinian/ter-update.


Unsur tropis ditandai dg bentuk atap miring, dan Secondary Skin yg berfungsi sebagai Shading Device, kemudian Batu Alam juga menunjukkan unsur kelokalannya. Dinding tebal yg tersusun dari tembok bata yg dilapis batu alam akan meningkatkan kemampuan dinding untuk mencegah panas dari sinar matahari merasuk ke ruang di dalam, namun tidak menyebabkan pemanasan global, karena panas dari matahari akan diresapnya dan bukan dipantulkannya.


Unsur kontemporernya ditandai oleh karakter rumah minimalis yg lagi tren sekarang ini.


 

 

 


Dan berikut ini adalah kondisi rumah setelah terbangun:

Rumah Bekasi - hape1 Rumah Bekasi - hape2 Rumah Bekasi - hape3
Rumah Bekasi - hape5 Rumah Bekasi - hape6  
Read more

Desain Pasar Modern Kalisat - Jember

Pasar Kalisat_01 (2009.05.23) - kawasan

Pasar Kalisat_02 (2009.05.23) - kawasan

Arsitek / 3D Artist :. Rosi Rahadi & Frinbel

Klien :. PT. Ciptakarsa Karya Mandiri

Tahun Proyek :. Januari - Mei 2009

Lokasi Proyek :. Kecamatan Kalisat, Jember

Gaya Arsitektur :. Modern

Jumlah Kios :. 800 unit

Luas Lahan :. 16.130 m2

Ini adalah proyek perencanaan renovasi pasar lama, awalnya merupakan pasar tradisional, karena sering kebakaran maka kemudian didesain ulang dan diperluas arealnya sehingga menjadi pasar tradisonal dengan konsep modern.

Pasar tradisional dengan konsep modern bukan berarti sama dengan supermarket atau swalayan, jadi sistemnya masih tetap sama dengan pasar tradisional, namun bangunannya yang didesain dengan konsep modern. Pasar Modern ini akan menghasilkan pasar tradisional yang terkesan bersih dan tidak berbau seperti halnya di pasar tradisional, tidak becek dan tidak kumuh. Pembeli dan penjual masih tetap dapat berjumpa dan melakukan tawar-menawar ataupun bersilaturahmi, karena kita juga pasti tau ikatan penjual di pasar tradisional sangat erat dengan langganannya. Sistem drainasenya ditata dengan baik, kemudian didesain agar pemeliharaannya juga mudah.

Dalam perencanaan awal yang perlu diperhatikan adalah Layout, tujuannya yaitu memberikan kenyamanan terutama pada alur sirkulasi, baik sirkulasi bagi orang maupun kendaraan. Pasar harus dibuat hidup, dan hidupnya ditandai dengan alur sirkulasi yang berjalan dengan baik, setiap sudut pasar harus mudah ditempuh / dituju, sehingga bisa dibilang setiap toko / kios pasti dilewati oleh pengunjung / calon pembeli, jadi setiap sisi pasar harus mampu menyerap kedatangan pengunjung. Pada umumnya pedagang pasti memilih kios yang di depan karena posisi tersebut pasti paling sering dilewati oleh calon pembeli, jadi bagaimana caranya membuat muka pasar menjadi lebih banyak, caranya yaitu dengan membuat jalan keliling pasar beserta tempat parkirnya, ini akan membuat seluruh muka pasar menjadi yang terdepan, jalan keliling inipun akan memudahkan mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau seluruh bagian bangunan jika nantinya terjadi kebakaran. Jalan masuk ke dalam pasar juga dibuat cukup atau lebih banyak, sehingga dapat dimasuki dari segala arah, atau jika ada kebakaran maka tersedia cukup jalan untuk melarikan diri ke luar bangunan.

Atap bangunan yang dibuat satu-kesatuan dan bebas kolom akan membuat sirkulasi di dalam bangunan lebih leluasa, namun tidak lupa memberi jalur sirkulasi udara pada atap juga memberi ruang pada atap untuk pencahayaan alami, bisa dengan mengganti sebagian bahan atap dengan yang lebih transparan. Lantai yang dilapis bahan keramik membuatnya mudah dibersihkan, begitupun meja-meja kios / los dipasangi keramik juga agar mudah dibersihkan dan lebih awet.

Jalan utama dipisahkan dengan jalan milik pasar, supaya tidak terjadi kemacetan di jalan utama, ruang parkir yang cukup di areal pasar juga sangat penting untuk menjaga kelancaran sirkulasi kendaraan.

Dengan berbekal konsep di atas, maka dihasilkan desain Pasar Modern Kalisat sebagai berikut:

Entrance Area :

eksisting pasar kalisat - area masuk (entrance)

Eksisting

Pasar Kalisat_09 (2009.05.23) - entrance area

Hasil Desain

Daerah Pertigaan 1 :

eksisting pasar kalisat pertigaan1

Eksisting

Pasar Kalisat_05 (2009.05.23)

Hasil Desain

Daerah Pertigaan 2 :

eksisting pasar kalisat pertigaan2

Eksisting

Pasar Kalisat_11 (2009.05.23)

Hasil Desain

Exit Area :

eksisting pasar kalisat - area keluar (exit)

Eksisting

Pasar Kalisat_12 (2009.05.23) - exit areaHasil Desain

Icon Pasar :

Papan nama pasar bisa jadi sebagai icon pasar, letaknya diantara 2 bangunan utama pasar. Karena pasar ini lumayan besar dan juga mempunyai 2 jenis kios yang berbeda, yaitu Los Basah dan Los Kering maka perlu dipisah dengan jelas areanya, sehingga tercipta barier ditengahnya yang juga berfungsi sebagai double way.

Pasar Kalisat_10 (2009.05.23)

Pasar Kalisat_13 (2009.05.23) - gerbang
Pasar Kalisat_08 (2009.05.23)
Begitupun jalan-jalan masuk ke dalam bangunan pasar juga dibuat berbeda, ini juga merupakan icon atau penanda bagi fungsinya.

Kantor Pasar :

Pasar Kalisat_14 (2009.05.23) - kantor pengelola

Pasar Kalisat_15 (2009.05.23) - kantor pengelola

Los Basah :

Pasar Kalisat_16 (2009.05.23) - los basah
Los Kering / Kios :

Pasar Kalisat_18 (2009.05.23) - kios
Read more

Hotel Bintang 3 di Luwu – Sulawesi Selatan

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_03

Arsitek / 3D Artist :. Rosi Rahadi & Frinbel

Klien :. PT. Hikmah Resources Indonesia

Tahun Proyek :. September – Oktober 2009

Lokasi Proyek :. Kabupaten Luwu / Palopo – Sulawesi Selatan

Gaya Arsitektur :. Art Deco

Jumlah Kamar :. 101 kamar (6 Lantai)

Luas Lahan :. 5000 m2

Hotel ini kiranya akan dinamakan Hotel Grand Hikmah Luwu. Hotel ini rencananya akan dibangun di atas lahan yang sementara ini adalah milik Pemda Kabupaten Luwu, namun berada tepat di jantung pemerintahan kota Palopo. Pada awalnya Palopo adalah ibukota Kabupaten Luwu yang kemudian berubah menjadi Kotamadya. Sehingga masih ada aset-aset Pemda Kabupaten Luwu yg berada di wilayah Palopo. Lahan ini berada di depan Lapangan Pancasila, berseberangan dengan Kantor DPRD Kota Palopo, dan Lapangan Pancasila tersebut berada tepat di belakang Kantor Walikota Palopo.

Kota Palopo ke Tana Toraja hanya berjarak sekitar 1 jam perjalanan atau sekitar 40 km ke arah Barat.

Sebelumnya terdapat 2 pilihan lokasi. Pertimbangan pemilihan lokasi ke-dua adalah karena lokasi ini berada di kawasan yang tenang, memiliki lapangan di depannya sehingga bisa dimanfaatkan bila ada momen khusus yang membutuhkannya, dan memiliki kondisi tanah yang sudah stabil yang diketahui dari telah adanya bangunan di lokasi itu sejak tahun 1981, yaitu eks Gedung Kantor Departemen Sosial Kabupaten Luwu, tahun proyek 1981/1982 yang diresmikan pada tanggal 19 mei 1982. Sedangkan tidak dipilihnya lokasi pertama adalah karena lokasi tersebut memiliki kondisi tanah yang masih belum stabil karena masih merupakan tanah kosong yang juga tidak produktif dan tidak terdapat bangunan sama sekali di atasnya, dan lagi masih membutuhkan urugan beberapa meter untuk menyetarakan levelnya dengan jalan, kemudian lokasi ini juga berada di kawasan ring road yang ramai.

(Lokasi 2 : Pointer   3*00'36.06" S   120*12'04.14" E   elev   11 m)

1) view eksisting lokasi 1 1) Kondisi eksisting Lokasi 2 dilihat dari lapangan Pancasila

2) view dari lokasi 1 menghadap lapangan Pancasila 2) Lapangan Pancasila dilihat dari Lokasi 2

3) view eksisting samping 3) Kondisi eksisting Lokasi 2 dari samping

4) view eksisting samping 4) Kondisi eksisting Lokasi 2 dari samping

Sebelum mendapatkan Lokasi 2 kami sempat membuat pra rancangan pada Lokasi 1. Permintaan klien akan gaya arsitektur Art Deco sangat mempengaruhi fasade dari desain awal hotel ini, hasilnya sebagai berikut:

Hotel Luwu Desain1 - view1

Lobby Entrance

Hotel Luwu Desain1 - view2

Tampak Depan 1

Hotel Luwu Desain1 - view3

Tampak Depan 2

Hotel Luwu Desain1 - view4

  Tampak Belakang

KONSEP dan ANALISA DESAIN pada Lokasi 2

Analisa terhadap Kondisi Site

Yang paling memperngaruhi terhadap pertimbangan ini adalah view keluar site, yaitu terdapat view pegunungan ke arah Barat Daya hingga Barat Laut, dan view laut ke arah Timur Laut. Kelebihan ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin pada bukaan kamar hotel.

Analisa terhadap Aktifitas (Organisasi Ruang)

Semua aktifitas publik kami fokuskan hanya pada Ground Floor, begitupun area servis. Adapun ruang2 servis pada area publik ini adalah: Lobby, Lounge, Restaurant, Bussines Center, Travel Agent, Karaoke Room, Office, Meeting Room, Ballroom (kapasitas 1000 audience yang diberi nama Sawerigading), dan Swimming Pool.

Setiap kota di Indonesia pasti memiliki sesuatu yang khas, dari sini muncul ide untuk menempatkan satu area yang kami namakan Local Handycraft Display, tepatnya berada di Hall setelah Lobby ketika menuju Restaurant.

Kamar hotel merupakan area privat sehingga kami letakkan pada 1st Floor dan seterusnya, dengan hierarki semakin keatas semakin privat / eksklusif.

Bangunan utama menjadi 6 lantai bukan merupakan hal yang tidak diperhitungkan. Untuk menentukan jumlah lantai tersebut, terlebih dulu kami perhitungkan kecukupan luas lahan terhadap kebutuhan ruang dan disesuaikan pula dengan konsep organisasi ruangnya.

Adapun jumlah kamar pada tiap lantainya adalah sebagai berikut:

Room Schedule

Ground Floor

1st Floor

2nd Floor

3th Floor

4th Floor

5th Floor

Regular Bedrooms

0

22

22

22

14

0

Regular Interconnecting Bedrooms

0

4

4

4

2

0

Junior Suites

0

0

0

0

5

0

Presidential Suites

0

0

0

0

0

2

Total

0

26

26

26

21

2

Grand Total 101 Bedrooms          

Regular Interconnecting Bedrooms adalah kamar-kamar yang terdapat pintu penghubung di dalamnya, sehingga antara dua kamar bisa langsung berhubungan. Di dalam Junior Suites terdapat Sitting Room, Bedroom, Walk in Closet, dan Bathroom, dan luasnya adalah 2x modul Regular Bedrooms. Sedangkan dalam Presidential Suites terdapat Ruang Penjaga yang dilengkapi kamar mandi dan tempat tidur, kemudian jg terdapat Ruang Makan beserta Dapur bersihnya yang berada disebelah Sitting Room, kemudian terakhir adalah Master Bedroom yang dilengkapi Walk in Closet dan Bathroom, Presidential Suites ini luasnya adalah 4x modul Regular Bedrooms, sebelum memasuki Presidential Suites jg disediakan Suite Hall yang juga mampu untuk digunakan sebagai Meeting Room.

Sebagai fasilitas publik yang juga menyediakan kebutuhan masyarakat sekitar yang terkenal religius, maka disediakan Masjid yang berkapasitas 121 jamaah lebih, dan posisinya terhadap site ada di bagian Barat Daya, karena posisi tersebut adalah yang relatif paling dekat dengan permukiman warga sekitar.

Analisa Sirkulasi dalam Site

Terdapat satu area entrance dan satu area exit kendaraan, namun setelah masuk site maka sirkulasi kendaraan pengunjung dipisah dengan karyawan ataupun kendaraan servis. Alur sirkulasi kendaraan yang mengelilingi site tersebut merupakan pertimbangan utama bagi keamanan, yaitu utnuk memudahkan kendaraan pemadam kebaran untuk menjangkau bangunan dari segala arah.

Analisa Fasade (Tampilan Bangunan)

Unsur utama tampilan bangunan tetap dipengaruhi oleh gaya Art Deco yang diinginkan oleh klien kami. Namun penyederhanaan detail sangat ditekankan untuk menekan biaya, sehingga tipikal detail fasade yang telah kami buat pada pra rancangan pada Lokasi 1 tidak dapat diterapkan pada kesempatan yang ini. Sehingga secara keseluruhan fasade bangunan Hotel ini bisa dibilang sederhana / minimalis, namun juga tidak bisa dibilang tanpa ornamen, karena jendela-jendela yang terbentuk pada setiap kamarnya adalah ornamen bagi wajah bangunan tersebut. Hasilnya bisa dilihat pada gambar pertama di atas sendiri, dan beberapa berikut ini:

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_10

Fokus fasade / wajah utama bangunan terdapat di sudut tepat di perempatan jalan, karena area tersebut merupakan tangkapan view ke bangunan paling sempurna, di depannya terdapat dua jalan utama yang merupakan jalur utama untuk menuju lokasi Hotel tersebut, sehingga dari jauh sudah bisa nampak terlihat wajah hotelnya. Dia ada di sudut yang merupakan arah utara dan menghadap ke Kantor Walikota. Posisi Fokus wajah bangunan ini pastinya sudah kami pertimbangkan sejak awal, sejak perencanaan terhadap organisasi ruang-ruangnya, atau sejak proses pembuatan Layout bangunan.

Jadi disini terlihat bahwa proses desain itu tidak berjalan satu arah, antara proses pengorganisasian ruang / Layout dan imajinasi terhadap bentuk bangunan bahkan wajah bangunan saling mempengaruhi pertimbangan kami terhadap desainnya, juga pertimbangan terhadap view bangunan keluar juga ikut memperngaruhi.

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_04

Tampak tergambar di atas jika dilihat dari Lapangan Pancasila. Nampak bahwa dalam bentuknya terdapat hierarki.

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_05

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_06

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_07

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_08

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_09Nampak posisi Masjid yang diagonal terhadap Site, karena menyesuaikan dengan arah Kiblat.

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_11

Posisi Kolam Renang dikelilingi bangunan utama, dan Roof Garden pada 1st Floor yang juga bisa dicapai dari Ground Floor / dari Kolam Renang.

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_01

Hotel di Luwu Sulawesi Selatan - View_02

Karena wajah bangunan utama nampak sederhana / minimalis, maka perlu ada sesuatu yang dibuat lebih dari sekedarnya, sesuatu yang dibuat lebih menonjol, dan sesuatu yang dibuat lebih khas dan lebih bagus tampilannya, dan sesuatu itu cocok untuk tempat ini, yaitu Entrance Area di depan Lobby, di sini merupakan jalan masuk utama ke hotel, sehingga di sinilah wajib untuk dibuat lebih bagus daripada yang lain, maka kami buat desainnya menjadi lebih detail, lebih mewah, dan lebih megah.

Kemudian perlu juga ditunjukkan sesuatu yang khas dari arsitektur setempat sebagai penanda kelokalannya, maka bentuk atap Entrance Area ini kami buat menyerupai atap-atap bangunan yang khas yang ada di sana.

Pasca Desain

Sampai saat ini Hotel tersebut masih belum dibangun, karena masih terdapat perselisihan kepemilikan lahan antara Pemda Kabupaten Luwu dengan Pemda setempat yaitu Kota Palopo. Lepas daripada itu semua, pasca desain kami masih memerlukan data kondisi tanah / kondisi daya dukung tanah, untuk itu perlu dilakukan pengukuran lahan dan uji tanah. Kemudian kami baru bisa memperhitungkan dan mempersiapkan gambar bestek / gambar konstruksinya, begitupun RKS dan RAB nya, walaupun itu sebenarnya kami juga sudah bisa memperkirakan biaya pembangunan dan pelaksanaannya, guna memperkirakan persiapan dana yang dibutuhkan.

Sekedar kisah sebelum / saat Proses Desain

Sebelumnya kami juga mengadakan survey atau studi banding, untuk studi obyek hotel kami juga mengunjungi Hotel Ambhara di Jakarta di seberang Blok M, dan juga Hotel Sahid Jaya di Makassar. Karena Home Base klien kami di Makassar, maka perlu perjalanan lagi untuk menuju lokasi Hotel yang direncanakan, dari Makassar ke Palopo lewat jalan darat ditempuh dalam 9 jam dengan kecepatan mobil rata-rata 80 km/jam.

Read more

Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang

Arsitek / 3D Artist :. Rosi Rahadi & Frinbel

Tanggal Proyek :. Februari – April 2009

Lokasi Proyek :. Kantor DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen

Desain Ruang ini merupakan pekerjaan besar pertama kami di bidang interior, kurang lebih 600m2 luas ruang sidang ini, dan dapat menampung lebih dari 200 anggota dewan peserta rapat. Kami bahagia karena proyek ini kami anggap berhasil dalam debutnya.

Ini adalah pekerjaan renovasi/peremajaan, jd bukan merupakan desain dari awal. Konsep utama dari desain ini adalah mempertahankan kondisi yang ada namun mampu menghadirkan suasana baru, dan motivasinya tetap pada efisiensi biaya pelaksanaan, gambaran kondisi eksistingnya adalah sebagai berikut:

Eksisting1 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Eksisting2 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Eksisting3 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)

Sekedar karpet yang dipasang di sekeliling dinding dan lantai kurang mampu meredam gema. Dinding samping yang cenderung kosong tanpa penekanan, membuat interior eksisting menjadi kurang berbobot. Berangkat dari sini muncul ide desain partisi di dinding bagian samping, yg mampu menambah kemampuan redam gema, serta bagian ini menjadi poin utama dalam membangun suasana baru yang diinginkan klien.

Berikut ini adalah foto saat proses pembuatan partisi kayu dinding samping, yang prosesnya dibuat di workshop VEDC Malang. Alat yang digunakan sama dengan yang digunakan di pabrik-pabrik furnitur hanya saja tidak selengkap yang di pabrik, namun cara pengerjaannya sudah profesional.

Proses1 produksi partisi VEDC - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang) Proses2 produksi partisi VEDC - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)

DESAIN AWAL (gambar desain terdapat di headline): Pada awalnya kami ingin menambah efek fokus pada panggung, dengan menambah ornamen kayu pada background panggung, sedangkan background tersebut sebelumnya adalah layar untuk proyektor yang digunakan pada saat presentasi materi, setelah background layar tersebut tergantikan oleh ornamen kayu, maka fungsi layar diganti dengan layar temporer yang dipasang di masing-masing sisi kiri-kanan panggung. Namun desain awal ini tidak disetujui klien, dengan alasan karena fokus presentasi menjadi terpecah dan layarnya menjadi lebih kecil. Sebenarnya konsep awal layar pada background tersebut bukan hanya berfungsi saat presentasi, namun juga sebagai layar lebar bagi acara yang lain, karena ternyata ruang sidang ini juga merupakan ruang serbaguna yang bisa digunakan untuk acara selain rapat anggota DPRD.

DESAIN AKHIR: Hanya penambahan ornamen kayu yg menghalangi layar background yang tereliminasi. Selain itu tambahan desain terdapat pada dinding samping bagian atas yaitu tepat di atas lampu dinding, serta ornamen tambahan pada plafond. Adapun gambar-gambar perencanaannya adalah sbb:

3D Modeling Perencanaan1 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang) 3D Modeling Perencanaan2 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
3D Modeling Perencanaan3 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang) 3D Modeling Perencanaan4 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)

Ada pula kantilever lengkung yang terdapat di depan panggung, dibawahnya terdapat speaker besar yang dapat terlihat langsung dari depan, ini menggugah saya untuk menambahkan desain lagi, untuk menyamarkan speaker tersebut sekaligus menyempurnakan efek lengkung dari kantilever yang menggantung tadi, menjadi seperti berikut:

bawah panggung1 proses - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang) bawah panggung2 proses - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
bawah panggung3 proses - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang) bawah panggung4 finish - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)

Kami gunakan karpet tipe Bahar/Bali dalam proyek ini harganya sekitar Rp 75rb/m2 pada waktu itu, baik untuk lantai bawah dan dindingnya, namun kami gunakan tipe karpet yang lebih bagus untuk di bagian panggung yaitu tipe Prestige yang harganya sekitar Rp200rb/m2 jg pada waktu itu. Kami bekerjasama dengan suplier Goodrich Malang, yang juga mensuplai untuk kebutuhan wallpapernya. Berikut ini dokumentasi proses pemasangan karpet:

Proses pasang karpet - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)

Setelah menempuh waktu sekitar 2 minggu perencanaan, dan 1 bulan pelaksanaan, maka hasil akhir yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Finish1 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Finish2 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Finish3 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Finish4 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Finish5 - Arsiteka (Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang)
Read more